Perkembangan Atom

Hai Sobat pintar. Mungkin kalian pernah mendengar tentang atom, bahkan struktur atom. kali ini kita akan membahas perkembangan atom  konsep atom pertama kali dicetuskan oleh Democritus. Kata atom berasal dari atomos yang terdiri dari kata a dan tomos. Dalam bahasa Yunani, a = tidak, sedangkan tomos= dibagi, sehingga atom adalah pertikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Dari
penemuan konsep atom tersebut mengakibatkan para ahli berpendapat berbeda tentang atom. Perbedaan tersebut didasarkan pada eksperimen yang dilakukan oleh para ahli tersebut, sehingga model atom banyak mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

1. Teori Atom Dalton

Dalton berpendapat bahwa atom
merupakan bagian terkecil dari suatu
materi yang tidak dapat dibagi lagi.

a. Kelebihan dari Teori Atom Dalton
1) Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier).
2) Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust).

b. Kelemahan dari Teori Atom Dalton
1) Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi.
2) Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan.
3) Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain.

2. Teori Atom Thomson

Thomson berpendapat bahwa atom merupakan bola pejal yang memiliki muatan positif dan dinetralkan oleh muatan negatif yang menyebar merata. Model atom Thomson diibaratkan dengan model atom Roti Kismis.

a. Kelebihan dari Teori Atom Thomson.
Dapat membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom.

b. Kekurangan dari Teori Atom Thomson.
Tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

3. Teori Atom Rutherford

Rutherford dan Ernest Marsden mempelajari struktur dalam sebuah atom. Mereka bereksperimen dengan
menembakkan sinar α (alfa) dengan lempeng emas tipis dengan ketebalan 0,00004 cm.

a. Kelebihan dari Teori Atom Rutherford.
Dapat membuat hipotesis bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti.

b. Kekurangan dari Teori Atom Rutherford. Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh
ke dalam inti atom.

4. Teori Atom Niels Bohr

Atom terdiri atas inti bermuatan positif yang dikelilingi elektron bermuatan negatif yang hanya melintasi lintasan-lintasan tertentu. Pada lintasan-lintasan tersebut elektron tidak menyerap atau memancarkan radiasi atau energi.

a. Kelebihan dari Teori Atom Niels Bohr
1) Bohr dapat meramalkan garis-garis dalam spektrum atom hidrogen.
2) Jika atom-atom dieksitasi diletakkan pada medan magnet, maka akan timbul
garis-garis halus.

b. Kelemahan dari Teori Atom Niels Bohr
1) Bohr hanya mampu menjelaskan spektrum atom hidrogen tetapi tidak dapat menjelaskan spektrum atom dengan jumlah elektron yang lebih banyak.
2) Kulit elektron yang mengelilingi inti berbentuk elips bukan lingkaran.
3) Bohr berpendapat bahwa elektron hanya sebagai partikel, bukan sebagai partikel
dan gelombang.

4. Teori Atom Mekanika Kuantum

Elektron bergerak seperti gelombang. Kedudukan elektron disekitar inti tidak dapat ditentukan secara pasti. Posisi elektron adalah peluang saat suatu elektron menemukan tiap-tiap titik di dalam ruang sekitar inti.

Bilangan Kuantum dan Bentuk Orbital
a. Bilangan kuantum utama (n) menunjukkan kulit atomnya.
b. Bilangan kuantum azimuth (l) menunjukkan subkulitnya.
c. Bilangan kuantum magnet (m) menunjukkan orientasi orbitalnya.
d. Bilangan kuantum spin (s) menunjukkan perputaran elektron (rotasi).

Contoh: 12Mg = 1s2
2s2
2p6
3s2
e. Bilangan kuantum utama (n) = jumlah kulitnya = 3
f. Bilangan kuantum azimuth (l) = 0
Subkulit s bernilai l = 0; p bernilai l = 1; d bernilai l = 2; f bernilai l = 3
g. Bilangan kuantum magnet (m) = 0
l = 0 → nilai m = 0;
l = 1 → nilai m = −1, 0, dan +1
l = 2 → nilai m = −2, −1, 0, +1, +2                       h. Bilangan kuantum spin = harga s-nya adalah −1/2, karena elektron terakhir rotasi elektronnya berlawanan dengan arah jarum jam atau ke bawah. Jika rotasi elektronnya searah dengan arah jarum jam atau ke atas maka harga s bernilai +1/2.

Selamat Belajar Ya sobat Pintar

Leave a Comment